Pengaruh Masyarakat Terhadap Perkembangan Sosial


Masalah perkembangan manusia tak akan terlepas dari pengaruh lingkungan di sekitarnya. Sebelum hal ini dibahas lebih lanjut, marilah kita melihat beberapa penjelasan pengertian-pengertian di bawah ini. Pengaruh, berarti daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang, benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan atau perbuatan seseorang. Masyarakat (society) merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan perhubungan antara berbagai individu. Dari segi pelaksanaan, ia bermaksud sesuatu yang dibuat – atau tidak dibuat – oleh kumpulan orang itu.  Perkembangan, berarti perihal berkembang ( menjadi besar, menjadi bertambah sempurna, perilaku, pikiran, pengetahuan dsb). Sosial, berarti berkenaan dengan masyarakat. Kata social berasal dari kata latin societas, yang artinya masyarakat. Kata societas dari kata socius, yang artinya teman dan selanjutnya kata social berarti hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain dalam bentuk yang berlainan. Misalnya :

  1. Keluarga
  2. Sekolah
  3. Organisasi, dan sebagainya

Pendapat plato dan Aristoteles. Bahwa ada hubungan jiwa antara manusia yang satu dengan manusia yang lain, yang di sebabkan adanya bakat social pada manusia, atau instink social pada manusia.

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia senantiasa hidup dalam suatu lingkungan, baik lingkungan fisik, psikis atau spiritual. Dalam menguraikan pengaruh masyarakat terhadap perkembangan social akan ditekankan kepada pengaruh kelompok social yang pertama-tama dihadapi manusia sejak ia dilahirkan yaitu keluarga, kemudian pengaruh sekolah dan pengaruh lainnya pada pembentukan manusia sebagai makhluk social, dan akan diuraikan pula pengaruh keluarga dalam perkembangan dari pada tingkah laku kriminil dari anak-anak dan pemuda.

Peter Berger (1978) mencatat adanya perbedaan penting antara manusia dengan mahkluk lainnya. Berbeda dengan makhluk lainnya yang seluruh perilakunya dikendalikan oleh naluri yang diperoleh sejak awal hidupnya, maka di saat lahir manusia merupakan makhluk yang tak berdaya karena di lengkapi dengan naluri yang relative tidak lengkap. Oleh sebab itu manusia kemudian mengembangkan kebudayaan untuk mengisi kekosongan yang tidak diisi oleh naluri. Karena keputusan yang diambil suatu kelompok dapat berbeda dengan kelompok yang lain maka kita menjumpai keanekaragaman kebiasaan.

Oleh karna psikologis telah lama menyadari pentingnya pengaruh social pada kehidupan kita sehari-hari, maka mengfokuskan perhatian pada topik konformitas (conformity) bertingkah laku dengan cara-cara yang di pandang wajar atau di terima oleh kelompok atau masyarakat kita. Kita akan berpaling pada kesepakatan (compliance) usaha-usaha untuk membuat orang, orang lain berkata ya terhadap berbagai macam  permintaan.

Pengaruh masyarakat terhadap perkembangan social juga berkaitan erat dengan sosilisasi. Karna peran agen sosialisasi (agent of socialization)  mendukung perkembangan social dalam masyarakat. Media sosilisasi merupakan tempat dimana sosialisasi itu terjadi atau disebut juga sebagai agen sosialisasi atau sarana sosialisasi. Yang dimaksudkan dengan agen sosialisasi adalah pihak-pihak yang membantu seorang individu menerima nilai-nilai atau tempat dimana seorang individu belajar terhadap segala sesuatu yang kemudian menjadi dewasa.

  1. Tujuan

Ada pun tujuan dari makalah ini adalah :

  1.  Untuk mengetahui bagai mana pengaruh masyarakat terhadapa perkembangan social
  2. Untuk mengetahui peran agen-agen sosialisasi dalam proses perkembangan social
  3. Untuk mengetahui hambatan-hambatan dalam proses perkebangan social
  1. Manfaat

v  Akademis

Secara akademis dengan penulisan makalah ini adalah untuk memuaskan keingin tahuan penulis terhadap Pengaruh Masayarakat terhadap Perkembangan Sosial. Serta di harapkan makalah ini di jadikan salah satu bahan rujukan untuk bahan bacaan, terutama terkait dengan permasalaha yang sama.

v  Praktis

Secara praktis bahan makalah ini di harapkan mampu menjadi sebuah bahan masukan serta sumbangan pemikiran yang berarti bagi masyarakat.

  1. Sasaran

Ada pun yang menjadi sasaran penulis dalam makalah ini yaitu :

  1. Anggota kelompok 8
  2. Anggota-anggota diskusi dalam ruangan sosiologi
  3. Masyarakat luas Dan lain-lain

BAB II

PERMASALAHAN

Berdasarkan latar belakang masalahan di atas yang menjadi permasalahan dalam penulisan makalah ini adalah :

  1. Bagaimana pengaruh  masyarakat terhadapa perkembangan social.
  2. Bagaimana  peran agen-agen sosialisasi dalam proses perkembangan social.
  3. Bagaimana  hambatan-hambatan dalam proses perkebangan social.

BAB III

PEMBAHASAN

  1. Pengaruh Keluarga Terhadap Perkembangan

Keluarga merupakan kelompok social pertama dalam kehidupan manusia dimana ia belajar dan menyatakan diri sebagai manusia social di dalam hubungan interaksi dengan kelompoknya. Di dalam keluarga, manusia pertama belajar memperhatikan keinginan-keinginan orang lain, belajar bekerja sama, bantu membantu, dan sebagainya. Sebagian besar interaksi orang tua dan anak memiliki implikasi masa depan karena keluarga adalah tempat masing-masing kita belajar bagaimana berhubungan dengan orang lain. Dissanayake (2000) menyatakan bahwa ketika kita datang ke dunia, manusia sudah siap untuk berinteraksi dengan manusia lainnya.  Peranan interaksi social di dalam keluraga, turut menentukan pula cara-cara tingkah lakunya terhadap orang lain. Apabila interaksi social di dalam keluarga tidak lancar, besar kemungkinan bahwa interaksi socialnya dengan masyarakat juga berlangsung dengan tidak lancar. Selain keluarga berperan sebagai tempat manusia berkembang sebagai manusia social, terdapat peranan-peranan tertentu di dalam keluarga yang dapat mempengaruhi perkembangan individu sebagai makhluk social.

Keluarga merupakan intitusi yang paling penting terhadap proses sosialisasi manusia. Hal ini dimungkinkan karna sebagai kondisi yang dimiliki oleh keluarga. Pertama,keluarga merupakan kelompok primer yang selalu tatap muka diantara anggota keluarganya. Kedua, orang tua mempunyai kondisi yang tinggi untuk mendidik anak-anaknya, sehingga menimbulkan hubungan emonisional dimana hubungan ini sangat mempengaruhi dalam proses sosialisasi. Ketiga, adanya hubungan social yang tetap, maka dengan sendirinya orang tua mempunyai peran yang penting terhadap proses sosialisasi terhadap anak.

Proses sosialisasi dalam keluarga dapat di lakukan baik secara formal maupun informal. Proses sosialisasi formal di kerjakan melalui proses pendidikan dan pengajaran, sedangakan proses sosialisasi informal di kerjakan lewat proses interaksi yang di lakukan secara tidak sengaja. Antara proses sosialisasi formal dengan proses sosialisasi informal seringkali menimbulkan jarak karena apa yang di pelajari secara formal seringkali bertentangan dengan yang di lihatnya. Situasi yang demikian sering menimbulkan konflik dalam batin anak.

Menurut Mead setiap annggota baru masyarakat harus mempelajari peran-peran yang ada dalam masyarakat. Suatu proses yang di namakan pengambilan peran. Dalam proses ini seseorang belajar untuk mengetahui peran yang harus di jalankannya serta peran yang di jalankan orang lain. Melalui penguasaan peran yang ada dalam masyarakat ini seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain.

Menurut Mead pada tahap pertama, Play Stage seorang anak kecil mulai belajar mengambil peran orang yang berada di sekitarnya. Kedua, Game Stage seseorang anak tidak hanya telah mengetahui peran yang harus dijalankannya, tetapi telah pula mengetahui peran yang harus di jalankan oleh orang lain dengan siapa ia berinteraksi. Ketiga, Generalized Others pada tahap ini ia telah mampu berinteraksi dengan orang lain dalam masyarakat karna telah memahami peranannya sendiri serta peran orang lain dengan siapa ia berinteraksi.

Pengalaman  interaksi sosial di dalam keluarga, turut menentukan pula cara-cara tingkah lakunnya terhadap orang lain. Apabila interaksi sosialnya di dalam tidak lancer, maka besar kemungkinannya, bahwa interaksi sosial dengan masyarakat juga berlangsung dengan tidak lancar. Jadi, selain keluarga itu berperan sebagai tempat manusia itu berkembang sebagai manusia sosial, terdapat pula peran-peran tertentu di dalam keluarga yang dapat mempengaruhi perkembangan individu sebagai makhluk sosial.

  1. Pengaruh Kelompok bermain terhadap perkembangan

Kelompok bermain baik yang berasal dari kerabat, tetangga, maupun teman sekolah merupakan agen sosialisasi yang pengaruhnya besar dalam membentuk pola-pola perilaku seseorang. Di dalam kelompok bermain anak mempelajari berbagai kemampuan baru yang acap kali berbeda dengan apa yang mereka pelajari dari keluarganya.

Berbeda dengan pola sosialisasi dalam keluarga yang umumnya bersifat otoriter karena melibatkan hubungan yang tidak sederajat, di dalam kelompok bermain pola sosialisasinya bersifat ekualitas karna kedudukan para pelaku relative sederajat.

  1. Peran Sekolah terhadap perkembangan.

Peranan sekolah terhadap perkembangan sosial anak-anak ini kurang mendapat penelitian yang tegas. Sebab interaksi sosial yang berlaku di sekolah biasanya tidak sedemikian mendalam dan kontinu seperti yang terjadi dalam rumah tangga.

Jackson meneliti peranan manakah yang lebih besar terhadap kemajuan anak-anak di sekolah, ialah peranan dari struktur dan organisasi sekolah ataukah peranan dari guru. Ia memperoleh hasil bahwa peranan guru itulah yang memegang peranan yang terpenting, dalam arti bahwa perhatian guru pribadi terhadap siswa-siswanya lebih memajukan perkembangan anak daripada organisasi-organisasi sekolah di mana seorang guru lebih sering menghadapi anak-anak di kelas.

Pada pihak lainnya Hetzer 1955, memperoleh hasil bahwa peranan daripada besarnya kelas dan metode guru itulah yang menjamin kemajuan perkembangan jiwa anak.

Sekolah merupakan media sosialisaai yang lebih luas dari keluarga. Sekolah mempunyai potensi yang pengaruhnya cukup besar dalam pembentukan sikap dan prilaku seorang anak, serta mempersiapkannya untuk penguasaan peranan-peranan baru di kemudian hari di kala anak atau orang tidak lagi mengantungkan hidupnya pada orang tua atau keluarganya.

Berbeda dengan sosialisasi dalam keluarga di mana anak manis anak masih dapat mengharap bantuan dari orang tua dan acap kali memperoleh perlakuan khusus di sekolah anak di tentuntut untuk bias bersikap mandiri dan senang tiasa memperoleh perlakuan yang tidak berbeda dari teman-temannya.

  1.  Peran Lingkungan Kerja

Seorang individu melewati masa kanak-kanak dan masa remaja kemudian meninggalkan dunia kelompok permainannya, individu memasuki dunia baru, yaitu di dalam lingkungan kerja. Pada umumnya individu yang ada di dalamnya sudah memasuki masa hamper dewasa bahkan sebagian besar mereka sudah dewasa, maka system nilai dan norma lebih jelas dan tegas.

Di dalam lingkungan kerja individu saling berinteraksi dan berusaha untuk menyesuaikan diri dengan nilai dan norma yang berlaku di dalamnya. Seseorang yang bekerja di likungan birokrasi biasanya akan memiliki gaya hidup dan prilaku yang berbeda dengan orang lain yang bekerja di perusahaan swasta. Seseorang yang bekerja dan bergaul dengan teman-temannya di tempat kerja seperti dunia pendidikan tinggi, besar kemungkinan juga akan berbeda prilaku dan gaya hidupnya dengan orang lain yang berprofesi di dunia kemiliteran.

  1. Media Massa

Dalam kehidupan masyrakat modern, komunikasi merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting terutama untuk menerima dan menyampaikan informasi dari satu pihak ke pihak yang lain. Akibat pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam waktu yang sangat singkat, informasi-informasi tentang peristiwa-peristiwa, pesan, pendapat, berita, ilmu pengetahuan, dansebagainya dengan mudah di terima oleh masyarakat.sehingga media massa, suratkabar, TV, film, radio, majalah dan lainnya mempunyai peranan penting dalam proses tranformasi nilai-nilai dan norma-norma baru kepada masyarakat.

Masalah Tingkah Laku Kriminal.

Mungkin benar bahwa ada bnayak perbedaan antara etika sebagai cabang filsafat, praktis, normative, dan ilmu-ilmu sosial. Meski demikian, apa yang di katakana antoon Van harskamp dalam pendahuluannya mengenai ilmu-ilmu sosial, yaitu bahwa tujuan mereka bukan untuk mengumpulkan pengetahuan, melain untuk meberi sumbangan pada pemahaman dan pemecahan konflik manusia dan sosial, juga berlaku untuk etika, sejauh menyangkut harapan umum dalam masyrakat yang pluralistis. Sebab dan autoritatis antas masalah-masalah praktis tertentu, khusunya masalah yang bersifat kolektif dan memecah belah masyarakat serta mengancam stabilitanya.

Ada berbagai macam konflik moral.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

DAFTAR PUSTAKA

http://ms.wikipedia.org/wiki/Masyarakat di akses pada tanggal 24 okteber 2011

diterbitkan oleh PT Bumi Aksara, Jakarta, 2004 Psikologi umum Drs. Agus Sujanto.

Pengantar sosiologi. Prof.Dr. Kamanto Sunarto, Jakarta, (2004) lembaga penerbit fakultas ekonomi UI

Robert A. Baron Donn Byrne. Psikologis Sosial. Penerbit Erlannga. Jakarta (2004).

Sosiologi ( Tesk Pengantar Dan TErapan), J. Dwi Narwoko. Bagong Suyanto(ed) 2004, penerbit kencana Prenada Media Group. Jakarta.

Konflik-Konlik dalam ilmu sosial. Anton Van Harkamp. Penerbit Kaniusius YogYakarta. 2005.

About Admin

Jangan Bicara Bukti, Biar Bukti yang Berbicara

Posted on June 5, 2012, in makalah and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: