Makalah : Sikap Sosial


SIKAP SOSIAL

  1. A.    Latar Belakang Masalah

 istilah sikap dalam bahasa inggris disebut “anttitude” pertama kali diguakan oleh Herbert Spencer (Ahmadi, abu.1991). yang menggunakan kata ini  untuk menunjuk suatu status  mental seseorang, menurut para ahli sosiologi dan psikologi perhattian pada sikap berakar pada alasan perbedaan individual.  Mengapa individual yang berbeda memperlihatkan tingkah laku yang berbeda didalam situasi yang sebagian besar gejala ini diterangkan oleh adanya perbedaan sikap. Sedang menurut ahli sosiologi sikap memiliki pengertian yang lebih besar untuk menerangkan perubahan sosial dan kebudayaan. Kita telah ketahui bahwa  orang yang berhubungan dengan orang lain  tidak hanya berbuat  begitu saja. Tetapi juga menyadari perbuatan  yang dilakukan dan  menyadari pula situasi   yang ada sangkut pautnya dengan perbuatan itu. Kesadaran ini  tidak hanya  mengenai tingkah laku yang sudah terjadi, tetapi juga tingkah laku yang yang sudah terjadi. Kesadaran individu  yang menentukan  perbuatan nyata  dan perbuatan- perbuatan yang  mungkin akan terjadi itulah yang dinamakan sikap. Jadi sikap adalah  suatau hal yang menentukan  sikap sifat,  hakekat,  baik perbuatan sekarang maupun berbuatan yang akan datang.

Sikap sebagai kesediaan untuk bereaksi secara positif atau secara negatif terhadap objek- objek tertentu. Sebagaimana respon nyata lainnya, sikap berfungsi mengurangi ketegangan yang dihasilkan oleh motif- motif tertentu fungsi ini dapat dilakukan dalam kesadaran yang penuh dan bisa pula berupa bagian dari suatu proses yang tidak disadari. Dengan demikian, tidak semua sikap merupakan tolok ukur untuk melihat motif tidak disadari yang mendasarinya. Dalam proses interaksi antar indivudu tidak terlepas dari adanya suatu sikap social yang dilakukan oleh suatu individu yang berpengaruh pada kelangsungan kehidupan social.

Berdasarkan uraian diatas penulis berminat dan berusaha melakukan pembahasan dalam makalah ini dengan judul “SIKAP SOSIAL”

  1. B.     Perumusan Masalah

Berdasarkan apa yang dikemukakan dalam latar belakang maka penulis menarik suatu rumusan masalah sebagai berikut

  1. Apa yang dimaksud dengan sikap sosial ?
  2. Apa yang dimaksud dengansikap sosial dan individual ?
  3. Bagaimana pembentukan dan perubahan sikap ?
  4. Apasajakah ciri-ciri dan fungsi sikap ?
  1. C.    Tujuan
    1. Tujuan Umum

Tujuan umum dari penulisan skripsi ini adalah:

  1. Dalam rangka melengkapi sebahagian persyaratan Untuk kelulusan  mata kuliah Psikologi Sosial pada Fakultas ilmu Sosial dan Politik universitas Syiah Kuala
  2. Untuk menambah dan mengembangkan wawasan berpikir serta pengetahuan penulis secara sistematis dan ilmiah berdasarkan ilmu yang diterima selama kuliah di Falkutas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala.
  3. Untuk menambah dan memperluas pengetahuan penulis yang berkaitan dengan Sikap Sosial Dan Prilaku Sosial serta  yang berkaitan dengan Psikologi Sosial secara umum.
  1. Tujuan Khusus

Disamping tujuan umum di atas, penulis juga memiliki tujuan khusus dalam penelitian ini, yakni:

  1. Untuk mengetahui jenis-jenis sikap social
  2. Untuk memahami sperti apa penyimpangan sikap social yang terjadi pada individu
  3. Serta untuk memahami lebih lanjut tentang penyebab perubahan sikap social serta factor apa yang menyebabkannya
  1. D.    MANFAAT

Manfaat  pembuatan makalah  ini yaitu : diharapkan dapat berguna dalam mengaplikasikan ilmu yang didapat selama masa perkuliahan.

  1. E.     METODELOGI PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode studi kepustakaan. Pemilihan metode ini karena penelitian yang dilakukan ditujukan untuk mengidentifikasi masalah sikap sosial dengan mengacu pada literatur-literatur, artikel-artikel dan sumber bacaan lain.

  1. F.     PEMBAHASAN
  2. 1.      Pengertian Sikap Sosial menurut ahli

M Ngalim Purwanto  berpendapat pengertian sikap social adalah suatu cara bereaksi terhadap suatu perangsang. Suatu kecenderungan untuk bereaksi dengan cara tertentu, sikap adalah suatu perbuatan/tingkah laku sebagai reaksi respon terhadap suatu rangsangan stimulus yang disertai dengan pendirian dan atau perasaan itu sendiri.

Sedangkan H.C Witherington mengemukakan sikap adalah kecenderungan   untuk berfikir atau merasa dalam cara tetntu atau menurut saluran-saluran tertentu. Sikap adalah cara bertingkah laku yang karakteristik yang tertuju terhadap orang-orang atau rombongan-rombongan.

Selanjutnya Dewi Ketut Sukardi menambahkan Sikap adalah suatu kesiapan seseoarang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu ,dengan kata lain sikap ,merupakan kecenderungan yang relative stabil yang dimilki individu dalam mereaksi dirinya sendiri orang lain atau situasi tertentu.

Jadi berdasarkan pendapat para ahli diatas  dapat disimpulkan bahwa sikap social merupakan kecenderungan potensi atau kesediaan prilaku, apabila individu diharapkan pada stimulus yang mengkehendaki adanya respon. Kecenderungan potensial tersebut didahului oleh evaluasi individu berdasarkan keyakinannya terhadap objek-objek sikap atau stimulus yang diterimanya.

Sikap sosial adalah kesadaran individu yang sikap menentukan perbuatan yang nyata, yang berulang-ulang terhadap objek sosial Sikap adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial. Maka

Sikap sosial dinyatakan tidak  seorang saja tetapi diperhatikan oleh orang- oarang sekelompoknya. Objeknya adalah  objek sosial misalnya:  sikap bergabung seluruh anggota kelompok karena meninggalnya seorang pahlawannya. Jadi yang menandai adanya sikap sosial adalah:  Subjeknya orang- orang dalam kelompoknya, sedangkan yang menjadi Objeknya sekelompok/ sosial.

  1. Sikap Idividual

Sikap ini hanya dimiliki secara individual atau bisa juga dikatakan seorang demi seorang objeknyapu bukan merupakan objek sosial. Misalnya:  sikap yang berupa kesenangan atas  salah satu jenis  makanan atau salah satu jenis tumbuh – tumbuhan. Senang ini yang dikatakan individual, mungkin orang- orang lain  meskipun dalam kelompoknya belum tentu senang akan tumbuh- tumbuhan atau jenis makan yang disukai seseorang ini berarti objeknya bukan objek sosial. Disamping pembagian sikap atas sosial dan individual sikap dapat dibedakan atas 2 bagian.

1)       Sikap positif : sikap yang menunjukan atau memperlihatkan , menerima,  mengakui,  menyetujui,  serta melaksanakan norma- norma yang berlaku dimana individu itu berada.

2)       Sikap negatif : sikap yang menunjukan atau memperlihatkan,  penolakan atau tidak  menyetujui terhadap  norma- norma yang berlaku dimana individu itu berada.

Sikap positip/ negatif ini tentu saja berhubungan dengan norma. Orang tidak akan tahu apakah  sikap seseorang itu positif  atau negatif tanpa  mengetahui norma yang berlaku. Oleh karena itu untuk menentukan apakah sikap seseorang itu positif  atau negatif perlu dikonsultasikan dengan norma yang berlaku. Disamping itu masing- masing kelompok atu kesatuan sosial  memiliki norma- norma sendiri- sendiri yang mungkin saling berbeda atau bahkan bertentangan. Sikap yang diperlihatka oleh individu. Dalam kelompok A dianggap atau dinilai sebagai sikap yang negatif, belum tentu sikap yang sama yang diperlihatkan oleh anggota kelompok B juga dinilai sebagai sikap negatif. Masalah sikap negatif atau positif selalu berurusan atau berhubungan  dengan norma yang berlaku.

  1. 2.      Pembentukan Dan perubahan Sikap

Sikap timbul karena ada stimulasi, terbentuknya suatu siakp itu banyak dipengaruhi perangsang oleh lingkungan sosial dan kebudayaan misalnya :  keluarga, norma, golongan agama, dan adat istiadat. Dalam hal ini keluarga memepunyai peranan yang besar dalam membentuk sikap putra- putranya. Sebab keluargalah sebagai kelompok primer bagi annak pengaruh yang dominan . sikap seseorang tidak selamanya tetap, ia dapat berkembang mana kala mendapat pengaruh,  baik dari dalam maupun dari luar yang bersifat positif. Dan mengesan.. antara perbuatan  dan sikap ada hubungan yang timbal balik. Tetapi sikap tidak selalu menjelma dalam bentuk perbuatan  atau tingkah laku, orang kadang- kadang menampakan diri dalam keadaan diam saja. Ini bukan berarti orang tidak bersikap, ia bersikap juga hanya bentuknya, diam. Misalnya:  seorang ayah sedang enak- enak membaca koran. Tiba- tiba datang puteranya yang berusia 5 tahun sambil menangis melaporkan bahwa ia habis berkelahi dengan temannya. Melihat hal semacam ini ayah itu “ diam saja “. Hal ini tidak berarti bahwa  ayah itu tidak bersikap. Ayah itu telah bersikap, hanya perwujuan sikapnya diam memang dalam kasus ini ada dua kemungkinan:

  1. Ayah itu diam- diam dengan alasan kalau buru- buru anak itu dilerai, akan menimbulkan kebiasaan tidak baik.
    1. Ayah itu akan cepat- cepat bertindak misalnya menggendong atau membelikan kueh kesukannya agar anaak itu cepat berhenti menangis.

Kedua kemungkinan ini, keduanya merupakan sikap si ayah, baik yang bertingkah laku maupun yang tidak.

Sikap atau attitude  merupakan organisasi kognitif yang dinamis, yang banyak dimuati unsur- unsur emosional (efektif) dan disertai kesiagaan untuk beraksi. Banyak orang yang lebih suka mempergunakan istilah  sikap hidup atau sikap emosi;  karena sikap saja lebih mencerminkan posisi jasmaniah. Sedang pada attitude ini banyak terdapat unsur efektif dan folutif kemauan, dan kesedian untuk beraksi atau bertingkah laku tertentu.

Mac Dougall (kartono, Kartini, 1994 : 297). menyebutkan attitude/ sikap sebagai santimen. Maka santimen merupakan totalitas dari instink- instink yang terorganisir, yang berkaitan erat dengan emosi- emosi, dan semuanya menjadi sumber penyebab tingkah laku manusia; sehingga menimbulkan bentuk tingkah laku yang berkesinambungan, teratur dan berlangsung cukup lama.

Jadi sikap sosial merupakan organisasi dari unsur- unsur kognitif, emosional dan momen- mmen kemauan, yang khusus di pengaruhi oleh pengalaman- pengalaman masa lampau, sehingga sifatnya sangat dinamis, dan memberikan pengarahan pada setiap tingkah laku.

  1. 3.      Faktor- Faktor Yang Menyebabkan Perubahan Sikap
    1. Faktor intern : yaitu faktor yang terdapat dalam pribadi manusia itu sendiri. Faktor ini berupa selectivity atau ddaya pilih seseorang untuk menerima dan mengolah pengaruh- pengaruh yang datang dari luar.

Pilihan pengaruh terhadap dari luar itu biasanya disesuaikan dengan motif dan sikap didalam diri manusia, terutama yang menjadi minat perhatiannya. Misalnya : orang yang sangat haaus, akan lebih memperhatikan perangsang- perangsang yang lain

  1. Faktor ekstrn : faktor yang terdapat diluar pribadi manusia. Faktor ini berupa intraksi sosial diluar kelompok. Misalnya : intraksi antara manusia yang dengan hasil  kebudayaan manusia yang sampai padanya melalui alat- alat  komunikasi seperti  :  surat kabar, radio, televisi,  majallah dan lain sebagainya.

Dalam hal ini Sherif, (Ahmadi, Abu.1991 : 170-171). Mengemukakan bahwa sikap itu  dapat diubah atau di bentuk apabila :

1)      Terdapat hubungan timbal balik yang langsung antara manusia .

2)       Adanya komunikasi  (yaitu hubungan langsung) Dari satu fihak.

Faktor inipun masih tergantung pula adanya :

  • Sumber penerangan itu  memperoleh kepercayyaan orang banyak/ tidak
  •  Ragu- ragu atau tidaknya menghadapi fakta atau isi sikap baru itu.

Pembentukan dan perubahan sikap tidak terjadi dengan sendirinya. Sikap terbentuk adalam hubungan  dengan suatu objek , orang, kkelompok lembaga, nialai, melalui hubngan antara individu, hubungan didalam kellompok, komunikasi surrat kabar,  buku, poster, radio televisi dan sebagainya.  Terdapat banyak kemungkinan yang mempengaruhi  timbulnya sikap.  Lingkungan yang terdekat dengan kehidupan sehari- hari banyak memiliki peranan. Keluarga  yang terdiri dari  : orang tua saudara- saudara di rumah memiliki peranan yang penting.

  1. 4.    Hubungan Antara Sikap Dan Tingkah Laku

Adanya hubungan yang erat antara sikap dan tingkah laku di dukung oleh pengertian sikap yang mengatakan bahwa  sikap merupakan kecendrungan  untuk bertindak.  Tetapi beberapa penelitian yang mencoba menghubungkan  antara sikap dan tingkah laku menunjukkan hasil yang agak  berbeda , yaitu menunjukan hubungan yang kecil saja atau hubungan yang negatif.

 

  1. 5.      Ciri- Ciri Dan fungsi Sikap

Sikap menentukan jenis atau tabiat tingkah laku dalam hubungannya dengan perangsang yang relevan, orang- orang atau kejadian- kejadian. Dafatlah dikatakan bahwa sikap merupakan faktor internal, tetapi tidak semua faktor internal adalah sikap. Adapun ciri- ciri sikap adalah sebagai berikut:

  1. Sikap itu dipelajari  ( learnability)

Sikap merupakan hasil belajar. Ini perlu dibedakan dari motif- motif psikologi lainnya, misalnya : lapar, haus, adalah motif psikologi yang tidak dipelajari, sedangkan pilihan kepada eropa adalah sikap.

Bebrapa sikap dipelajari tidak sengaja dan tanpa kesadaran kepada sebagian individu. Barangkali yang terjadi adalah mempelajari sikap sengaja bila individu mengerti bahwa hal itu akan membawa lebih baik untuk dirinya sendiri, membantu tujuan kelompok, atau memperoleh nilai yang sifatnya perseorangan.

  1. Memiliki kesetabilan (stability)

Sikap bermula dari dipelajari, kemudian menjadi lebih kuat, tetap dan stabil, melalui dan pengalaman. Misalnya : perasaan  like dan dislike terhadap warna tertentu (spesifik) yang sifatnya berulang- ulang atau memiliki frekuensi yang tinggi.

Sikap melibatkan dan hubungan antara seseorang dan orang lain juga antara orang dan barang atau situasi jika seseorang merasa bahwa orang lain menyenangkan, terbuka dan hangat , maka ini akan sangat berarti bagi dirinya, ia merasa bebas.

  1. 6.      Fungsi Sikap

Fungsi sikap dapat dibagi menjadi empat golongan, yaitu:

  1. sikap berfungsi sebagai alat untuk menyesuaikan diri. Bahwa sikap adalah sesuatu  yang bersifat communicabel, artinya sesuatu yang mudah menjalar, sehingga mudah pula menjadi milik bersama.

Justru karena itu sesuatu golongan yang mendasarkan atas kepentingan bersama dan pengalamn bersama. Biasanya ditandai oleh  adanya sikap anggotanya yang sama terhadap sesuatu objek. Sehingga dengan demikian  sikap bisa menjadi rantai penghubung antara orang dengan kelmpoknya atau dengan anggota kelompoknya yang lain.

  1. Sikap befungsi sebagai  alat pengatur tingkah laku . kita tau bahwa tingkah laku anak kecil dan binatang pada umumnya merupakan aksi- aksi yang spontan terhadap sekitarnya.
  2. Sikap berfungsi sebagai pengatur pengalaman

Dalam hal ini perlu dikemukakan bahwa manusia  didalam menerima  pengalaman- pengalaman dari dunia luar sikapnya tidak pasif, tetapi diterima secara aktif, artinya semua pengalaman yang bersal dari dunia luar tidak semuanya dilayani oleh manusia, tetapi manusia memilih mana- mana yang perlu dan mana yang tidak perlu dilayani. Jadi semua pengalaman ini diberi penilaian, lalu dipilih.

  • Sikap berfungsi sebagai pernyataan keperibadian sikap sering mencerminkan  pribadi sesorang. Ini sebabnya karena sikap tidak pernah terpisah dari pribadi yang mendukungnya.
  1. 7.      Penyimpangan Sikap

Perilaku menyimpang yang juga biasa dikenal dengan nama penyimpangan social adalah perilaku  yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan  atau kepatutan, baik dalam sudut pandang kemanusiaan (agama) secara individu maupun pembenarannya sebagai bagian daripada makhluk sosial.

Menurut Wilnes dalam bukunya Punishment and Reformation sebab-sebab penyimpangan/kejahatan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :

  • Faktor subjektif  adalah faktor yang berasal dari seseorang itu sendiri (sifat pembawaan yang dibawa sejak lahir).
  • Faktor objektif  adalah faktor yang berasal dari luar (lingkungan). Misalnya keadaan rumah tangga, seperti hubungan antara orang tua dan anak yang tidak serasi.
  1. 8.      Bentuk-Bentuk Penyimpangan
  • Penyimpangan bersifat positif. Penyimpangan bersifat positif adalah penyimpangan yang mempunyai dampak positif ter-hadap sistem sosial karena mengandung unsur-unsur inovatif, kreatif, dan memperkaya wawasan seseorang. Penyimpangan seperti ini biasanya diterima masyarakat karena sesuai perkembangan zaman.
  • Penyimpangan bersifat negatif. Penyimpangan bersifat negatif adalah penyimpangan yang bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dianggap rendah dan selalu mengakibatkan hal yang buruk.
  1. 9.      KESIMPULAN

Sikap adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata dalam kegiatan-kegiatan sosial. Maka sikap sosial adalah kesadaran individu yang menentukan perbuatan yang nyata, yang berulang-ulang terhadap objek sosial.

Sikap sebagai tingkatan kecenderungan yang bersifat positif atau negatif yang berhubungan dengan objek psikologi,  Objek psikologi di sini meliputi: simbol, káta kata, slogan, orang, lembaga, ide, dan sebagainya..

Meskipun ada beberapa perbedaan pcngertian tentang sikap, namun ada beberapa ciri yang dapat disetujui. Sebagian besar ahli dan peneliti sikap setuju bahwa sikap adalah predisposisi yang dipelajari yang mempengaruhi tingkah laku, berubah dalam hal intensitasnya, biasanya konsisten sepanjang wakru dalam situasi yang sama, dan komposisinya hampir selalu kompleks. Sehubungan dengan itu pula kami cenderung untuk mengemukakan pengertian sikap sebagai berikut: Sikap adalah kesiapan merespons yang sifatnya positif atau negatif terhadap objek atau situasi secara konsisten.

Sikap timbul karena ada stimulus. Terbentuknya suatu sikap itu banyak dipengaruhi perangsang oleh lingkungan sosial dan kebudayaan misalnya: keluarga, norma, golongan agama, dan adat istiadat. Dalam hal ini keluarga mempunyai peranan yang besar dalam membentuk sikap putra-putranya. Sebab keluargalah sebagai kelompok primer bagi anak merupakan pengaruh yang paling dominan. Sikap seseorang tidak selamanya tetap. Ini bukan berarti orang tidak bersikap. Ia bersikap juga hanya bentuknya: diam.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Ahmadi, Abu. (1991), Psikologi Sosial, PT. Rineka. Jakarta.
  2. Kartono, Kartini-Ed.3. (1994), Psikologi Sosial Untuk Manajemen Prusahaan  dan  Industri , PT. Raja Grapindo Persada, Jakarta.
  3. Suryabrata, Sumardi. psikologi pendidikan. PT. Raja grafindo persada, Jakarta
  4. Syah,muhibbin, 2007, psikologi belajar.
  5. Ahmad, thantowi, psikologi pendidikan, penerbit angkasa Bandung,Bandung 1991.
  6. Sobur, Alex. 2003. Psikologi Umum: Cetakan kedua. Bandung: Pustaka Setia
  7. Acehforum.or.id, (online) ( http://www.acehforum.or.id/pengertian-psikologi.)
  8. Alwilsol (2004), Psikologi Kepribadian, UMM Press.
  9. Bimo, Walgito, psikologi sosial suatu pengantar,( Yogyakarta: Andi Ofset,1991 ).
  10. W.A. Gerungan, Psikologi Sosial, ( Bandung: Eresco,1991 ).
  11. Witherington, Psikologi Pendidikan,( Bandung ; Jemars.1989 ).
  12. Dewi Ketut Sukardi, Bimbingan karier disekolah,( Jakarta: Galia Indonesia,1987 ) hal 46.

About Admin

Jangan Bicara Bukti, Biar Bukti yang Berbicara

Posted on June 5, 2012, in makalah. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: