Phenomenology sociology


Phenomenological sociology adalah ilmu yang mempelajari tentang makna dari sebuah kejadian, teori ini didasarkan oleh positivis murni. Yang dikaji didalam teori ini adalah objek yang memiliki norma dan harga dalam sebuah fenomena.

Di dalam teori ini tidak melihat konkritnya saja, tetapi lebih kepada motif dan makna yang terkandung di dalam sebuah fenomena, karena asumsinya manusia itu memiliki freedom (kebebasan). Jika di dalam fungsionalisme orang yang melakukan konstruksi di dalam hidup kita, tetapi di dalam phenomenlogical sociology ini kita menciptakan kehidupan sosial sendiri

Teori ini juga lebih menekankan kepada apa yang kita ketahui dari sesuatu melalui panca indera, yang karakternya tidak ada arti tetapi mempunyai makna. Contohnya yaitu sebuah emas yang hanya sebongkah batu, tetapi langka dan mewah sehingga mempunyai makna.

Phenomenological sociology ini juga mengkaji sebuah kejadian yang bersifat lebih personal, tidak meneliti suatu hal yang eksternal tetapi meneliti sebuah kejadian yang internal yang terdapat pada sebuah objek. jadi pertanyaan yang muncul adalah kenapa orang melakukannya.

Di dalam teori ini terdapat dua premis, pertama yaitu dari hal yang sederhana itu harus dipahami dan tidak serampangan, agar dapat memahaminya yaitu dengan hal-hal yang biasa diulangi. Contohnya : Di dalam observasi kita tidak hanya melihat fakta-fakta yang besar, tetapi juga yang kecil tetapi memberikan makna. Yang kedua yaitu menciptakan kehidupan social kita sendiri yaitu melakukannya dengan aktif. Contohnya kita membuat jalur-jalur di dalam diri kita agar mempermudah kita dalam memahami dan mengontrol diri kita baik melalui respon ataupun gesture.

Contoh phenomenological sociological ini yaitu ketika saya membangun konstruksi di dalam diri saya untuk memilih duduk di paling depan ketika kuliah berlangsung, hal ini agar saya lebih focus dalam menerima materi yang disampaikan oleh dosen dan lalu saya merasa puas dan memilih menceritakan makna dan pengalaman ini kepada orang lain.

About Admin

Jangan Bicara Bukti, Biar Bukti yang Berbicara

Posted on May 9, 2011, in Teori. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: