Dinamika Sosial menjamurnya warung kopi di Banda Aceh


Kecendrungan terjadinya perubahan-perubahan sosial merupakan gejala yang wajar yang timbul dari pergaulan hidup manusia di dalam masyarakat. Perubahan-perubahan sosial akan terus berlangsung sepanjang masih terjadi interaksi antar manusia dan antar masyarakat.

Jika kita aplikasikan kepada menjamurnya warung kopi ini di Banda Aceh ini bermula dari tradisi minum kopi orang Aceh dari dulu dan sampai sekarang. Jika kita telusuri, ternyata hampir semua komponen masyarakat Aceh bisa kita katakan menjadi pelanggan setia warung kopi. Mulai dari pelajar, mahasiswa, pejabat, petinggi parpol bahakan sampai dengan tengku. Sehingga tanpa tersadari warung kopi telah menjadi homebase atau pusat perkumpulan beragam golongan masyarakat Aceh yang biasanya mengawali beragam aktifitas dan rutinitas kesehariannya.

Ini tentunya mengalami perubahan signifikan, dinamika sosial yang terjadi jika dulu warung kopi di tempati hanya untuk tempat bertemunya para ABG ( Angkatan Babe Gue ) kini tetap juga masih ditempati oleh para ABG ( Anak Baru Gaol). Bagi anak baru gaol tersebut warung kopi dijadikan tempat ajang tukar nomor hape, bergosip untuk melepas kepenatan di sekolah atau di kampus.

Warung kopi sekarang pun berbeda dari warung kopi dulu, yang sekarang terlihat lebih modern, dilengkapi dengan berbagai kemudahan akses internet yang gratis bagi para pelanggan yang dengannya berbagai informasi penting bisa sangat mudah dan cepat didapatkan sehingga melahirkan pola kehidupan asumtif orang perkotaan yang modernisasi. Sikap inilah yang terus ditiru oleh dan diterapkan oleh orang Aceh dari generasi ke generasi. Cari internet gratis, nonton bola, sekedar nongkrong, berkumpul dengan teman-teman sejawat, rekan kerja dan sebagainya.

Dan ini merupakan suatu peluang usaha yang sangat besar bagi seorang pengusaha, sehingga banyak dari mereka yang ingin berbondong-bondong mendirikan warung kopi walau dengan persaingan yang sangat keras tentunya. Dan pengusaha tersebut pun mencari jati diri khusus untuk warung kopinya untuk dijadikan icon. Sehingga warung kopi pun tidak pernah sepi keberadaannya dan ini merupakan sebab berjamurnya warung kopi di Banda Aceh.

Ramadhan

1010101010020

About Admin

Jangan Bicara Bukti, Biar Bukti yang Berbicara

Posted on April 28, 2011, in artikel. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: