Teori Max Waber Tentang Hukum


Hukum adalah suatu petunjuk hidup yang berisi perintah dan larangan apa bila di langgar maka ada sangsi dari yang membuatnya , tetapi Max Weber menemukan hukum yang terjadi itu terjadi dari sebuah proses gejala sosial yang kemudian sebagai pedoman perilaku masyarakat. Weber menggambarkan historis Sosiologi hukum seperti berikut, masyarakat dari hidup bersama sederhana ke hidup bersama yang berbelit-belit dalam zaman modern ini. Selaras dengan itu dibentangkannya perkembangan hukum. Dikatakannya bahwa mula-mula pembentukan hukum lebih-lebih berdasarkan pada kharisma seorang nabi dalam bidang hukum. Dalam tahap yang kedua pembentukan hukum menjadi tugas beberapa orang yang berwibawa, yaitu para sesepuh. Mereka menyusun kaidah-kaidah hukum yang bertolak belakang dari situasi empiris aturan masyarakat. Dalam tahap yang ketiga pembentukan hukum dicabut dari tangan orang yang berwibawa. Akhirnya masa modern ini hukum dibentuk secara sistematis oleh orang-orang yang sudah dididik secara formal sebagai sarjana hukum( Fachjuristen).

Didalam teori Max Weber tentang hukum dikemukakan empat tipe ideal dari hukum, yaitu masing-masing sebagai berikut :

  1. Hukum irrasional dan materiil yaitu dimana pembentuk undang-undang dan hakim mendasarkan keputusannya semata-mata pada nilai emosional tanpa menunjuk pada suatu kaidah pun
  2. hukum irrasioanal dan formil yaitu dimana pembentuk undang-undang dan hakim berpedoman pada kaidah-kaidah diluar akal, oleh karena didasarkan pada wahyu atau ramalan
  3. hukum rasional dan materiil yaitu dimana keputusan-keputusan para pembentuk uundang-undang dan hakim menunjuk pada suatu kitab suci, kebijaksanaan penguasa atau ideology
  4. hukum rasional dan formil yaitu dimana hukum dibentuk semata-mata atas dasar konsep-konsep abstrak dari ilmu hukum.

Max Waber juga mengemukakan mengenai perkembangan hukum. hukum berkembang melalui beberapa tahap , yang pertama,perkembangan hukum di awali oleh pewahyuan ala karismatik,tahap ini merupakan penciptaan hukum dari ketiadaan hukum sama sekali,yang kedua,adalah penciptaan hukum secara empiris,pengadaan hukum ini tercipta melalui proses teknis yang merupakan hasil karya manusia, tahapan ini bersifat empirical. Yang ke tiga tahapan imposition , atau pebedaan hukum oleh kekuatan – kekuatan sekuler.yang terahir,tahapan propesional,artinya hukum yang di buat oleh orang – orang yang benar mempunyai kemampuan di bidang hukum.

About Admin

Jangan Bicara Bukti, Biar Bukti yang Berbicara

Posted on April 21, 2011, in Teori. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. hukum yang dimaksud weber masih ada sedikit kekurangan ,yaitu mengenai koensep kesadaran hukum ,menurut malinowski,hukum dibuat atas dasar timbal balik bukan sebagai suatu paksaan dan kekangan dalam kehidupan,hukum bersifat rasionalpun terkadanga ada bertentangan dengan nurani seseorang ketika hukum tersebut tidak sesuai dengan konsolitas realitas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: