Perubahan Sosial Pola Kehidupan Mahasiswa dari Desa ke Ibukota


BAB I 

PENDAHULUAN

1.1.latar Belakang

Perubahan bisa terjadi pada siapa saja.Semua akan mengalami perubahan dari manusia lahir sampai akhirnya meninggal.Sangat banyak fase-fase perubahan yang terjadi.Tetapi,dalam makalah ini bukan membahas perubahan proses manusia dari lahir sampai meninggal. Tetapi, makalah ini dibuat untuk menyajikan perubahan sosial dalam kehidupan manusia. Perubahan itu ditinjau dari perubahan kebudayaan,pola hidup dan hal-hal lainnya. Juga melihat perubahan yang terjadi apakah perubahan yang di kehendaki atau tidak dikehendaki atau bahkan perubahan yang terjadi tidak disasari oleh individu yang mengalaminya.

Di zaman yang modern sekarang ini pendidikan adalah prioritas utama bagi orang yang ada di desa,agar dapat membuat kwalitas hidup yang lebih baik,orang desa beranggapan bahwa menyekolahkan anaknya ke kota besar adalah hal yang terbaik, walaupun mengeluarkan biaya yang mahal. Jika diperhitungkan dari segi ekonominya banyak sekali kebutuhan yang memerlukan uang. Dari biaya sekolahnya yang mahal, biaya mandahnya, biaya hidup dan lain-lain.

Disadari atau tidak orang yang tadinya dari desa kemudian kuliah di kota akan mengalami perubahan pola hidup yang berbeda dari sebelumnya, perubahan yang terjadi pun bermacam-macam, tergantung individu yang mengalaminya, perubahan yang terjadi bisa saja berdampak positif maupun negative.

Untuk mengkaji perubahan pola kehidupan mahasiswa yang asalnya dari desa kami mengamati diri kami sendiri  dan mencari informasi langsung dari nara sumber untuk kami teliti dan kami sajikan dalam pembahasan.

1.2.Perumusan Masalah

1.2.1.Apakah yang menyebabkan perubahan-perubahan pada mahasiswa?

1.2.2.Bagaimana perubahan-perubahan yang terjadi?

1.2.3.Mengapa bisa terjadi perubahan-perubahan pola hidup yang berbeda?

1.3.Tujuan Makalah

Makalah ini bertujuan untuk mengetahui apa memang ada perubahan-perubahan  pola    hidup mahasiswa ayng tadinya dari desa lalu berkuliah di ibu kota.

1.4.Manfaat Penelitian

Agar kita dapat melihat bahwa adanya perubahan-perubahan yang positif dan            negatif. Dan  kita sebagai mahasiswa tidak salah paham dalam melakukan perubahan.

1.5.Ruang Lingkup Penelitian

Kalangan mahasiswa yang memang benar sebelumnya dari desa lalu pindah ke ibu kota.

BAB II

TINJAUAN KEPUSTAKAAN

 

2.1. Perubahan Sosial

  • Ø Pengertian

Perubahan sosial adalah perubahan lembaga sosial dalam masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, nilai, sikap, serta prilaku individu dan kelompok tertentu.

  • Ø Teori

Ada dua teori yang mengenai perubahan sosial menurut “Laver”.yaitu,teori siklus dan teori perkembangan dimana menurut laver teori siklus melihat pola perubahan sosial menyerupai spirah. Artinya perubahan adalah suatu proses yang berulang-ulang, sedangkan itu teori perkembangan menurutnya adalah perubahan yang berkembang menuju suatu titik tujuan tertentu.

  • Ø Faktor-faktor sosial

Dalam perubahan sosial terdapat dua factor yaitu, factor pendorong dan factor penghambat dalam suatu proses perubahan sosial.

  • Ø Bentuk-bentuk perubahan

Ada beberapa bentuk perubahan, yaitu : perubahan lambat(evolusi), dan perubahan cepat (revolusi), perubahan kecil, perubahan besar, perubahan yang dikehendaki atau tidak dikehendaki, perubahan structural dan perubahan proses.

  • Ø Dampak

Perubahan sosial juga mempunyai dampak atau timbale balik dari dampak itu sendiri ,yakni globalisasi, modernisasi, dan westernisasi.

BAB III

PEMBAHASAN

 

 

3.1.1    Apa Yang Menyebabkan Perubahan

Perubahan adalah suatu hal yang wajar dialami oleh setiap individu, karna semuanya akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu. Begitu juga dengan seorang individu yang sebelumnya tinggal di desa dan kemudian menetap di kota. Tentulah ada perubahan pola kehidupn dari sebeelumnya. Penyebab perubahan itupun bisa terjadi karna lingkungan baru yang mempengaruhinya. Jika lingkungannya baik maka perubahan yang dialaminyapun akan baik atau sebaliknya.Sesuai dengan teori modern tentang perubahan sosial yaitu perubahan dipengaruhi oleh adanya modernisasi. Ini bisa terjadi pada seseorang yang tadinya tinggal di desa dan kemudian menetap di kota. Pola hidup yang sebelumnya terbelakang atau kolot akan berusaha menempuh jalan keadaan yang berada di kota.

Transisi dari keadaan tradisional ke modernitas inipun terjadi secara repolusu atau perubahan secara cepat. Yang ditandai dengan adanya pola-pola kehidupan yang berubah dari penampilan,cara berbicara, dan tingkah laku, dan sampai nilai religiuspun berubah. Perubahan yang terjadi pun karna tidak adanya control dari orang tua yang berada di desa. Tinggal di kota membuat seorang mahasiswa akan cepat berubah karna semuanya dilakukan dengan kwehendaknya sendiri dan didukung oleh lingkungan sekitarnya.

Perubahan yang terjadi juga bisa didasari adanya ketergantungan seorang individu akan menggantungkan hidupnya pada orang yang lebih dulu tinggal dikota sehingga perubahan yang terjadi didominasi dari orang lain sebagai objek untuk melakukan perubahan.

3.1.2  Bagaimana  Perubahan  Perubahan  Yang Terjadi

Perubahan-perubahan  yang terjadi disebabkan adanya keingian dalam diri seseorang yang ingin berubah atau lebih dikenal faktor internal. Perubahan ini terjadi memang dikehendaki oleh seorang individu yang ingin menyesuaikan diri dengan linkungannya yang baru. Sikap yang terjadi masih tradisional lambat  laun akan berubah  menjadi modern. Perubahan ini bisa berdampak positif  bisa juga negatif tergantung hal-hal  yang dilakukanya.

Sebagai contoh seorang idividu melakukan perubahan cara berbicara yang terjadi berlogat kedaerahan menjadi logat berbicara logat kekotaan, dan dilihat  dari sisi pergaulan yang semakin modern, seseorang bisa berubah atau tingkah laku yang bersifat cepat atau lambat,contoh yang bersifat cepat seperti : saat didesa seseorang merasakan sesuatu yang mungkin tidak sesuai dengan keinginannya,atau lingkungan yang tidak mendukung disaat beerada didesa ,tetapi saat tiba dikota, tiba-tiba ia merasa cocok dengan lingkungan yang berada dikota,sehingga perubahan yang dirasakannya pun semakin cepat, baik dalam pergaulan sehari-hari ,tingkah lakunya,dan perkembangan tersebut bisa bersifat negatif atau positif.

Dan yang bersifat lambat seperti, seseorang yang dulunya tinggal didesa, ia selalu dalam pergaulan yang lembut-lembut apalagi seorang santri yang berkehidupan dilingkungan yang bernajaskan  islam, ketika tiba disebuah kota besar, dia merasa janggal drengan keadaan yang berada dikota, karena perbedaan lingkungan didesa dengan dengan disebuah kota sangatlah berbeda baik dari segi pergaulan, tingkah laku, cara bicara, sehingga proses interaksi yang dialaminya berjalan dengan  lambat baik dari segi tingkah laku, cara pergaulan sehari-hari dan lain-lain.

3.1.3  Mengapa Bisa Terjadi Perubahan-Perubahan Pola Hidup Yang Berbeda  

Setiap orang pasti akan mengalami perubahan, baik perrubahan cepat maupun perubahan lambat, perubahan tersebut tidak bisa dicegah oleh siapapun, karena perubahan tersebut bisa terjadi dengan sendirinya baik disadari maupun tidak disadari. Usaha-usaha seseorang untuk menyesuaikandiri dengan keadaan, kondisi yang sesuai dengan tempat tinggalnya. Sikap keterbukaan seseorang terhadap hal-hal yang baru pun menjadi akan sederhana sekali perubahan yang dilakukan seorang mahasiswa yaitu cara berpakaian yang sebelumnya biasa-biasa saja setelah dikota akan menyesuaikan cara berpakaian orang kita.Adanya rasa tidak puas terhadap pola hidup yang sebelumya kaarena sebelumnya dikekang oleh orang tua, untuk melakukan hal-hal yang sifatnya lebih modern akan dilarang oleh orang tuanya, tapi setelah jauh dengan  orang tua mahasiswa bebas melakukan  hal-hal apa saja yang dikehendakinya.

Ada yang beranggapan nilai dan  norma yang dibawa dari desa menyulitkan dalam bertindak dikota yang serba bebas sehingga untuk mengatasinya, norma dan nilai itu dirubahnya sendiri dan disesuaikan dengan  keadaan yang sekarang. Secara teoritis hal ini bisa menyebabkan kerusakan moral  jika tidak dikontrol dengan baik.

Tingkat kebutuhan yang berbeda pada saat didesa juga menjadi penyebab perubahan seorang mahasiswa yang biasanya semua kebutuhan sehari terpenuhi. Tetapi ssetelah  jauh dari orang tua seorang  mahasiswa harus menjaga sendiri semua kebutuhan harus mengatur sendiri semua kebutuhannya, ini membuat pola pikir seorang mahasiswa tidak puas dengan keadaannya  dan situasinya yang ada sehingga seorang mahasiswa akan berusaha melakukan perubahan, secara bertahap sampai titik dalam dirinya sehingga mendapatkan kepuasan atas perubahan yang dilakukan.  .

BAB  IV

Kesimpulan dan saran

            4.1 Kesimpulan

Dari  pembahasan  diatas dapat disimpulkan bahwa sebuah perubahan  akan  pasti terjadi jika seorang   itu terjadi jika seorang itu berpindah  lingkunga hidup baik dari desa ke kota maupun  kota ke desa. Di sadari atau tidak orang yang tadinya berpindah lingkungan hidup akan mengalami pola hidup meraka dan perubahan yang terjadi bisa saja  bersifat positif maupun negatif.

Faktor yang menyebabkan perubahan adalah faktor pendorong da penghambat dalam satu proses perubahan. Dampak sosial jua mempunyai dampak atau timbal balik dari dampak itu sendiri  yakni globalisasi, modernisasi, dan weternisasi. Perubahan yang terjadi juga bisa di dasari adanya ketergantungan pada orang lain sesuai dengan adanya teori ketergantungan seorang individu akan ketergantungan maupun kepada orang lain yang lebih berpengalaman.

Penyebab terjadi perubahan adanya keinginan diri deorang yang ingin berubah atau lebih dikenal faktor internal. Perubahan itu terjadi memang dikehendaki oleh seorang individu yang ingin menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang baru. Usaha seseorang untuk seseorang untuk menyesuaikan diri dengan keadaan, kondisi yang sesuai dengan tempat tinggalnya. Sikap keterbukaan seseorang terhadap hal hal yang baru pun menjadi alasan seseorang untuk berubah.

4.2     Saran

Disini kelompok kami menawarkan solusi dari permasalahan yang di atas yaitu dengan cara kita harus meyadari sebuah perubahan yang terjadi dalam pola hidup kita dengan cara itu kita bisa tahu dan bisa langsung menyesuaikan diri dengan keadaan, kondisi yang sesuai dengan tempat tinggal  kita yang  baru.

Disini sikap keterbukaan saat penting bagi seseorang yang baru pindah, karena seseorang tersebut harus belajar dari orang orang yang sebelumnya tinggal di lingkungan tersebut. Sehingga kita bisa menghindari hal – hal yang tidak kita inginkan, karena banyak sekali individu yang mengalami dampak negatif dari sebuah perubahan pola hidup. Karena banyak kita lihat seseorang yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.

About Admin

Jangan Bicara Bukti, Biar Bukti yang Berbicara

Posted on April 20, 2011, in makalah. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: