Laporan Kegiatan Bakti Sosial 2010


PROFIL DESA ANEUK GLEE

KEC. INDRAPURI KAB. ACEH BESAR

Jumlah rumah tangga: 200

Jumlah jiwa: 900

Jumlah KK prasejahtera & sejahtera I: 187

Jumlah KK: 200

Suku mayoritas: Aceh

Jumlah TK: 1

Nama Kepala Desa: Amiruddin Ahmad                                           

Jumlah SD: 1

Waktu tempuh ke kecamatan: ±  5 menit (motor)

Jumlah Puskesmas: 1

Waktu tempuh ke Jantho: ± 20 menit (motor)

Jumlah Mesjid : 1

LATAR BELAKANG

Desa Aneuk Glee, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar berada di daerah kaki perbukitan. Hawanya sejuk dengan panorama alam yang indah. Dengan tipografi alam seperti itu, Desa Aneuk Glee memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan desa lainnya. Setidaknya, walau sudah menjadi sentral pertanian, potensial untuk budi daya tanaman holtikultural.

Desa Aneuk Glee sendiri dipimpin oleh seorang Kepala Desa yang cukup aktif mensosialisasikan tentang kehidupan bermasyarakat yaitu Amiruddin Ahmad. Berdasarkan hasil Badan Sensus Penduduk (BPS) tahun 2010 jumlah penduduk Desa Aneuk Glee adalah 900 jiwa. Yaitu dengan 200 Kepala Keluarga yang tersebar merata pada 4 Dusun, yaitu

  • Dusun Rukun
  • Dusun Sejahtera
  • Dusun Indah
  • Dusun Damai

Sebagian besar masyarakat Aneuk Glee hidup dari usaha pertanian dan hasil ternak . Usaha pertanian diharapkan memenuhi kebutuhan rumah tangga sedangkan hasil ternak dan hasil dari hutan diperlukan untuk kebutuhan langsung rumah tangga dan sebagai sumber pendapatan. Kondisi geografis dengan penduduk sangat strategis dan prasarana transportasi yang lancar sehingga pemasaran hasil ternak dan pertanian dapat meluas.

Penduduk desa Aneuk Glee. memiliki kehidupan sosial dan ekonomi yang sangat

tergantung kepada sumber daya alam terutama sawah dan hutan. Oleh karena itu kesejahteraan penduduk Aneuk Glee juga sangat tergantung kepada kebijakan pemerintahan kabupaten dalam pengelolaan sumber daya alam.

Sejauh ini, Desa Aneuk Glee diproyeksikan oleh Pemkab sebagai sentra kegiatan agrobisnis berpola modern atau lebih dikenal dengan program agropolitan. Kini, program itu sudah berjalan bagus. Sebagai tolok ukur keberhasilan adalah banyaknya pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, lembaga penelitian, departemen, dinas, instansi, dan universitas yang berkunjung ke kawasan ini untuk melakukan riset ataupun survey.

Hasil wawancara dan survei yang dihasilkan dari 10 orang responden :

 

 

  1. KONDISI  RUMAH PENDUDUK DESA ANEUK GLEE

 

Dari semua rumah tangga yang diwawancarai 95% punya lantai terbuat dari papan meranti (atau sejenis), 5% responden punya lantai terbuat dari bambu atau kulit kayu. Persentase hampir sama terdapat untuk jenis dinding: 96,1% dinding dari papan kayu meranti (atau sejenis) dan 3,9% dinding dari kulit kayu, bambu atau seng. Jenis atap yang paling umum digunakan adalah seng (94,7%). Sebagian kecil rumah tangga menggunakan jenis atap lain yang termasuk baik seperti genteng (2,6%). Atap daun digunakan oleh 3,3% dari semua responden. Responden yangmempunyai rumah berlantai bambu atau kulit kayu, dinding dari kulit kayu, bambuatau seng dan atap daun hanya terdapat di dua dusun, yaitu di dusun damai dan dusun indah.

Sebagian besar rumah tangga yang diwawancarai tidak memiliki WC, yaitu 87,4%. Ada 9,3% rumah tangga yang punya WC di dalam rumah dan 3,3% punya WC di darat. Jenis dinding dari kulit kayu atau bambu dan atap daun mungkin bisa menjadi indikator tentang rumah tangga miskin, sedangkan WC di dalam rumah bisa digunakan sebagai indikator untuk rumah tangga kaya.

  1. Sumber Penghidupan Masyarakat Desa Aneuk Glee

 

Hampir seluruh masyarakat hidup dari berladang, dari desa di pelosok sampai dekat kota. Dari hasil wawancara dapat dilihat bahwa rata-rata penduduk Desa Aneuk Glee bercocok tanam. Pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa hampir 70% penduduk setiap tahun membuat ladang. Sedangkan (30%) lainnya dalam 5 tahun terakhir tidak pernah membuat ladang. Data ini tidak termasuk menanam padi di sawah.

Gambar 1: Sumber pendapatan penting bagi rumah tangga di desa Aneuk Glee

Ketersediaan lahan merupakan hal penting untuk menunjang petani peladang. Di Desa Aneuk Glee tidak semua petani punya keterjangkauan lahan yang sama.misalnya di dekat pinggiran jalan kota  mengalami keterbatasan lahan pertanian yang berpotensi dan dekat pemukiman. Mereka juga mengalami kesulitan memperoleh lahan dan harus pinjam lahan dengan masyarakat. Tetapi di daerah kaki bukit ketersediaan lahan pertanian cukup.

Untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat mengandalkan berbagai usaha selain hasil ladang. Jumlah usaha penting yang disebut oleh hasil wawancara terbagi dalam beberapa  jenis usaha (lihat Tabel 2). Dalam wawancara setiap responden dapat menyebut lebih dari 1 usaha sehingga jumlah lebih dari 5.

JENIS

USAHA/PEKERJAAN

% HASIL WAWANCARA

PETANI

70

TERNAK

10

PEGAWAI NEGERI

4

PEGAWAI SWASTA

5

BURUH (tani, kayu dll)

4,3

SEWA ( sawah, rumah dll)

0,1

DAGANG (warung, kios dll)

1,4

JASA ( bengkel, transportasi dll )

2.3

SEWA ( sawah, rumah dll)

0,9

PENGANGGURAN

2

Tabel 1: Jenis usaha penting bagi rumah tangga di 14 desa di Desa Aneuk Glee

         (jumlah responden 10) dan persentase responden yang menyebut

Tabel 2 menunjukkan bahwa 70% responden menyebut pertanian sebagai salah satu usaha penting. Ternak masih merupakan sumber pendapatan penting bagi sepersepuluh responden, walaupun hanya kerbau yang di ternakkan dan beberapa ayam. Penjualan ternak dan dagang serta upah sebagai buruh disebut oleh sekitar 20% responden sebagai sumber pendapatan yang penting. Persentase responden yang menyebut gaji dari perusahaan, sebagai pegawai negeri atau sebagai pegawai swasta, yaitu 17,8%. Kalau ke-6 sumber pendapatan ini dibagi dalam kelompok usaha pertanian.

  1. KOMSUMSI MASYARAKAT ANEUK GLEE

Frekuensi makan makanan pokok lebih menggambarkan kebiasaan di masing-masing rumah tangga daripada menggambarkan perbedaan tingkat kesejahteraan. Tidak tentu rumah tangga yang makan 2 kali sehari berarti kurang sejahtera dan sebaliknya rumah tangga yang makan 3 kali sehari belum tentu sejahtera. Dari survei diketahui bahwa rumah tangga yang makan 3 kali sehari mengkonsumsi lebih banyak protein. Sedangkan konsumsi protein sendiri punya hubungan erat dengan pendapatan rumah tangga; rumah tangga kaya mengkonsumsi lebih banyak protein. Namun berapa kali makan per hari (2 atau 3 kali) tidak punya hubungan dengan perubahan pendapatan, pengeluaran atau kesejahteraan rumah tangga.

  1. KEAMANAN PANGAN

Di daerah yang sangat Desa Aneuk Glee masyarakat mengutamakan agar swasembada beras. Masyarakat disini 100% dapat memenuhi kebutuhan beras lokal, terutama dari hasil ladang sendiri atau kalau ada kekurangan, pinjam dari keluarga. Di dusun indah ada yang tergolong miskin tidak mampu memenuhi kebutuhan berasnya, sedangkan di dusun lain di daerah tersebut hampir atau sepenuhnya swasembada beras.

 

  1. KELEMBAGAAAN DESA

Lembaga yang ada di desa:

• Pemerintah Desa;

  • Kepala Desa
  • Sekretaris Desa
  • Kepala Dusun
  • Kepala Urusan

• Lembaga Adat;

• Badan Perwakilan Desa (BPD);

• Kelompok Tani;

• Karang Taruna;

• Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK).

Dll,

  1. SOSIAL BUDAYA

 

  1. 1.      Upacara adat

 

Menurut Kepala Adat, sekarang tidak dilaksanakan upacara adat dan tidak ada dari generasi muda yang berminat untuk belajar tentang tradisi.

 

  1. Kerjasama dan solidaritas

Tingkat gotong royong dalam 5 tahun terakhir masih sama dan biasanya kalau ada gotong royong lebih dari separuh warga aktif ikut. Bentuk gotong royong dalam tahun terakhir adalah gotong royong kerja ladang, kerja di sekitar desa, bantu kalau ada orang yang meninggal atau ada acara pernikahan. Kepala Adat katakan bahwa kalau masyarakat mengalami kekurangan pangan mereka dibantu oleh keluarga yang ada di desa lain. Responden kurang mampu juga menilai gotong royong dalam 5 tahun terakhir tetap sama. Apabila perlu bantuan, dia bisa dapat dari keluarga tapi selamai ni tidak dibantu oleh orang lain.

  1. Situasi umum orang miskin

Responden kurang mampu menyatakan kondisi hidupnya dalam 5 tahun terakhir tidak mengalami perubahan. Ketika ditanya tentang masalah yang dihadapinya dijawab bahwa “tidak ada masalah, hanya seperti masyarakat biasa saja.” Kiranya jawaban ini menggambarkan bahwa kondisi hidup masyarakat Desa Aneuk Glee sama terbatas dan hanya cocok untuk bersawah.

  1. 4.      Hiburan

  

Menurut 10 orang responden :

  • Televisi
  • Radio
  • Warung Kopi
  • Acara-acara besar
  1. SARANA DAN PRASARANA DI DESA ANEUK GLEE
  1. Pendidikan

 

  • Infrastruktur dan pelayanan pendidikan

 

Di Desa Aneuk Glee hanya terdapat TK dan  SD. Semua sekolah lain, mulai dari  SLTP, SLTA sampai perguruan tinggi, ada di Ibukota. Dalam beberapa tahun terakhir jumlah sekolah meningkat dan jumlah tenaga guru bertambah. Kondisi sekolah dan alat dan buku masih sama. Kepala Sekolah mengatakan gaji tenaga guru tidak tetap.

  • Mutu pendidikan

 

Kepala Sekolah menilai mutu pendidikan dalam 5 tahun terakhir meningkat, dari segitingkat pendidikan guru, keaktifan guru, persentase kelulusan dan jumlah orang yang bisa baca dan tulis. Pernah diadakan pelatihan oleh pemerintah untuk orang dewasa. Selama ini ada sedikit murid yang meninggalkan sekolah untuk sementara waktu,karena ikut ke ladang. Sedangkan tidak ada murid yang putus sekolah. Persentase kelulusan untuk ujian yang lalu adalah 100%.

 

  1. Kesehatan

Sarana yang terdapat di Desa Aneuk Glee yaitu sebuah Puskesmas .Dalam hasil wawancaran desa yang dikunjungi dalam tahun terakhir ada tujuh  bayi yang meninggal pada saat lahir. Juga ada dua ibu yang meninggal pada saat melahirkan.

  1. Sarana Peribadatan

Masyarakat Desa Aneuk Glee mayoritas muslim, disini hanya terdapat sebuah Mesjid. selain untuk peribadatan dan pengajian Mesjid juga sering digunakan untuk  acara-acara besar Agama Islam seperti Maulid, Isra’ Mi’raj , 1 Muharram dll.

  1. HARTA KEKAYAAN RUMAH TANGGA

 

Dalam survei ini, dicari informasi tentang jenis harta yang dimiliki rumah tangga sebagai indikasi kondisi rumah tangga tersebut. Waktu diperoleh harta ini ditanya ebagai indikasi tentang perkembangan kondisi rumah tangga ini diperoleh dari hasil 10 orang responden, termasuk Kepala Desa.

JENIS KEKAYAAN

PERSENTASE

SEPEDA MOTOR

20

SEPEDA

10

GILINGAN PADI

2

KERBAU

10

AYAM

10

TELEVISI

10

CD PLAYER

10

RADIO

6

KULKAS

5

KOMPOR

10

KOLAM IKAN

5

BARANG ANTIK

2

Tabel 2 : Kepemilikan harta oleh 10 responden rumah tangga di desa Aneuk Glee

Sebagian besar harta ini merupakan aset ekonomi rumah tangga, seperti ternak kerbau dan ayam, mesin penggiling padi. Selain itu ada barang yang bersifat mewah seperti televisi dan radio. Kolam, kompor gas, CD player, kulkas, sepedamotor, televisi, parabola, radio dan kebau merupakan harta yang relatif banyak. Sebagian besar harta ini merupakan barang mewah danhanya kolam, sepeda motor dan kerbau pelihara adalah aset ekonomi,.

 

Kesimpulan

 

Walaupun kadang-kadang kita mendengar keluhan dari masyarakat bahwa kondisi rumah tangga belum seperti diharapkan, informasi dari survei ini menunjukkan bahwa keadaan sebagian besar masyarakat relatif baik. Misalnya lebih dari 93% responden pakai atap seng dan lebih dari 95% menggunakan lantai dan dinding dari papan meranti atau sejenis. Selain itu 83% responden sudah dapat menikmati listrik. Kondisi ini juga disadari dan disyukuri oleh masyarakat yang terlihat dari pendapat 50% responden yang mengatakan bahwa kesejahteraan mereka meningkat.

Beberapa pengamatan tentang kondisi masyarakat selama survei:

ü  desa jauh dari kota: dekat SDA dan lahan pertanian, terjamin dari segi makanan,

tapi usaha kadang-kadang sulit;

ü  desa dekat kota: Banyak usaha yang dapat dikembangkan, tapi lahan sulit dan

jaminan makanan tergantung hasil usaha/uang tunai;

ü  masih banyak sampah yang bertebaran dimana-mana, masih kurang kesadaran

dari Masyarakat Desa Aneuk Glee.

Untuk masa depan: tidak jelas siapa lebih terjamin: dekat kota – banyak usaha tapi kadang-kadang penghasilan kecil. Dekat hutan – SDA berlimpah tapi tidak ada jaminan hak.

===========================SELESAI=============================


About Admin

Jangan Bicara Bukti, Biar Bukti yang Berbicara

Posted on April 20, 2011, in makalah. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: