Organisasi, Model dan Klasifikasi ( Sosiologi Industri )


Sosiologi bukanlah satu-satunya ilmu yang berkaitan dengan masalah organisasi. banyak disiplin lain yang membicarakan maslah organisasi dengan menetengahkan modelnya masing-masing. Pugh ( 1971 ) mengelompokkan 6 model utama yang berasal dari berbagai disiplin ilmu yang berbeda yang secara garis besarnya akan diuraikan sebagai berikut :

  1. 1.      Teori Ekonomi

Teori ini  mengetengahkan suatu model organisasi  yang nenpunyai cri khasdalam tujuannya yaitu keuntungan maksimal dan kerugian minimal.

dalam organisasi ini, manusia dipandang sebagai pihak konsumen yang dimotifisir oleh perhitungan rasional dan ekonomis.

  1. 2.      Teori Teknologi

Para ahli teknik  adalah kelompok kedua yang mengklaim bahwa teknologi adalah variabel utama dari kondisi internal struktur oganisaasi beserta kondisii lingkungannya.

 

  1. 3.      Teori individu

Teori ini  memfokuskan perhatiaannya pada masalah sikap,tingkah laku dan cirri-ciri pribadi individu yang ada dalam organisasi .

teori ini  lebih banyak berlandaskan pada teori klasik dari march dan simon( 1958)

yang membuat suatu kerangka kerja yang menekankan peranan individu.mereka mengatakan bahwa organisasi dqapat didefinisikan dan dipelajari melalui prosesi-proses pengambilan keputusan secara individual dalam organisasi, walaupun keputusan tersebut mungkin mungkin dihambat oleh adanya hierarki dan pembagian tugas.

  1. 4.      Teori kelompok

Teori ini berdasarkan atad penelitian Elton Mayo dan eksperimen Hawthone.Teori ini sangaat mementingkn  peranan pola kepemimpinan dan norma-norma yang berlaku dan menyatakan bahwa kendala bagi organisasi dan pengembangan orientasi individu hanya dapat dimengerti jika buruh dilibatkan dalam kegiatan kerja.

  1. 5.      Teori Stuktural

Menurut teori ini organisasi dapat didefinisikan sebagai suatu kelompok yang memiliki keteraturan dalam hierarki wewewang ,pembagian tugas yang dan koordinasi fungsional.Model-model organisasi yang dikembangkan oleh Burns dan Stalkers pada tahun 1961 , serta oleh Pugh pada tahun 1968 termasuk kedalam tradisi structural.

 

  1. 6.      Teori Managemen

teori ini dijelaskan oleh Fayol 1949. titik berat teori ini adalah usaha untuk memaksimumkan produktifitas. teori ini menganggap hierarki wewenang sebagai hal yang  wajar dan memperlakukan manusia sebagai mesin.

Cara lain yang disebut teori tipologi, yang agak berbeda dengan cara diatas adalah, ialah teori yang lebih dulu mencoba mengidentifikasikan unsur-unsur yang dianggap penting, kemudian baru membuat modelnya. Perbedaannya dengan cara pertama, ialah sebelum membuat suatu model,cara pertama memandang permasalahn secara keseluruhan, sedangkan cara kedua lebih mengutamakan semua unsure yang dianggap cukup penting.

Suatu bentuk Tipologi yang terkenal ialah klasifikasi organisasi yangdidasarka atas tujuan.Tipologi yang dikembangkan oleh Tallcot Parsons pada tahun 1960 itu ialah:

  1. Production Organization (organisasi produksi).

yaitu suatau organisasi yang berusaha memproduksi barang atau jasa sesuai dengan kebutuhan sistem sosial yang mengelinginya. contohnya perusahaan-perusahaan perdagangan, industri dan sebagainya.

  1. Political Goal Organization.
  • organisasi tipe ini memusatkan semua aktifitasnya untuk mencapai tujuan politik. Contoh partai-partai politik
  1.  Integrative Organization

suatu organisasi yang baik bentuk maupun motifnya terintergasi dan terarahkan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. organisasi ini berusaha mengurangi bahkan menghilangkan segala macam konflik yang terjadi. Contoh angkatan bersenjata

  1. Educational dan Cultural Organization
  • organisasi ini bergerak dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan dan kebudayaan, contoh : sekolah-sekolah dan perkumpulan kesenian.

Klasifikasi organisasi yang didasarkan atas perbedaan tujuan telah menimbulkan maslah serius secara konsepsi maupun emperes.

Etzioni dan Blau dan Scott : telah mencoba membuat suatu klasifikasi organisasi yang didasarkan atas bentuk hubungan antara organisasi dengan para anggotanya. Bentuk hubungan ini dikenal dengan Complience Relationship. bentuk –bentuk Complience Relationship bisa berupa:

  1. Coercive, dimana pihak penguasa berusaha memaksa para anggotanya untuk perbuatan-perbuatan tertentu, Contohnya : organisasi penjara.
  2. Remunerative, dimana pihak penguasa memperhitungkan keterlibatan kalkulatif misalnya perusahaan dan industri.
  3. Normative, pihak penguasa berusaha amengarahkan para anggotanya agar mengikuti suatu norma-norma atau nilai tertentu. Contoh organisasi keagamaan.

Tesis yang diajukan oleh Etzioni menunjukkan suatu kecenderungan akan adanya penyusuaian antara tipe otoritas (relational variable) dengan orientasi partisipannya (Psychological variable). Hal ini terjadi karena tekanan-tekanan internal dan eksternal terhadap organisasi sangat efektif.

Blau dan Scott, (1963) memggunakan suatu prinsip difereniasi yaitu “ siapa yang menggunakan” dan “siapa yang mendapat keuntungan“. mereka mengusulkan bahwa lapisan-lapisan masyarakat yang mengkomsumsi output organisasi dapat digunakan untuk mengidentifikasi tipe-tipe organisasi dan karakter partisipasi para anggotanya serta berbagai problema yangdihadapi organisasi. Dengan prinsip-prinsip diatas mereka mengklasifikasikan organisasi tersebut menjadi:

  • Manual Benefit Organization

Yaitu suatu organisasi dimana semua anggotanya memberikan keuntungan terhaap organisasi tersebut, Contoh: Lion Club, yayasan-yayasan

  • Owner benefit Organization

Tipe Organisasi ini kira-kira sama dengan tipe organisasi normative

  • Common Weal Organization ( Organisasi Kemasyarakatan )

suatu tipe organisasi yang penymbangnya adalah masyarakat umum yaitu, Contoh: PMI, organisasi kampong seperti RT,RW dan sebagainya.

Suatu kesimpulan umum mengenai teori-teori yang diajukan oleh Etzioni, Blau dan Scott ialah bahwa organisasi bersifat konplek dan tidak mudah mengklasifikasikan hanya dengan satu kriteria atau hanya dala satu dimensi.

Organisasi berdiri diatas sejumlah faktor internal dan eksternal yang memberikan pengaruh dan tekanan dalam  berbagai tingkat ukuran.untuk negatasi hal ini Child mengajukan usul untuk mempertimbangkan peranan Holder Of Power yang menjadi nedia dianara varable-varable kontekstual dengan pola-polas strukturnya

Dia juga mengatakan bahwa pemegang kekuasaan mampu member corak terhadap suatu struktur organisasi dengan kekuasaannya, sehingga dengan mempelajari karakteristiknya kita akan mengetahui dan mempelajari suatu struktur organisasi.

 

KESIMPULAN

Dari uraian diatas dapat terlihat adanya perbedaan kecil didalam usdaha untuk mendefinisikan karakteristik organisasi.

Banyak pendapat yang akhirnya tidak bisa diterima karena ternyata ia tidak mampu menjelaskan karakteristik organisasi secara keseluruhan, baik secara internal maupun eksternal.kesulitan yang dialami dalam menganalisa karakteristik organisasi secara umum ialah hubugan antara organisasi dengan struktur sosial yang berbeda yang disebabkan oleh perbedaan structural dalam segi politik, ekonmi, dan kebudayaan, juga modsel yang dikembangkan yidak menghiraukan masalah pengaruh organisasi terhadap aspek-aspek  individu. Padahal kita ketahui bahwa organisasi adalah struktur yang  merupakan hasil daribentukan dari berbagai interaksi antar individu

About these ads

About Admin

Jangan Bicara Bukti, Biar Bukti yang Berbicara

Posted on June 5, 2012, in makalah, Teori and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: